Kamis, 10 Mei 2012

arsitektur

Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, dan ia merupakan ungkapan fisik dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan tempat dan waktu tertentu. Dari dahulu sampai sekarang bahkan yang akan datang, arsitektur akan selalu berkembang dalam bentuk semakin kompleks, sejalan dengan perkembangan peradaban dan budaya termasuk ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan kebutuhan manusia baik secara kualitatif maupun kuantitatif

Sejarah perkembangan arsitektur mencakup dimensi ruang dan waktu yang sukar ditentukan batasnya. Dan untuk mempermudah di dalam mempelajarinya, suatu karya arsitektur dibedakan menurut ciri-ciri bentuk dan karakter arsitektural dalam kurun waktu tertentu. Pengelompokan-pengelompokan perkembangan arsitektur antara lain adalah: primitif, tradisional, klasik barat, dan modern


Kebudayaan sangat mempengaruhi perkembangan arsitektur, mencakup interaksi antar kebudayaan manusia dengan alam, dalam hal ini termasuk iklim, topografi, dan faktor lingkungan lainnya. Oleh karena itu dalam mempelajarinya, dibagi ke dalam periode, tempat, siapa, atau masyarakat mana yang membangun.

Arsitektur Modern sendiri merupakan perkembangan dari klasik Barat, berubah secara revolusioner sejalan dengan revolusi industri mulai awal abad XIX dengan terjadinya perubahan besar-besaran dalam pola hidup dan pola pikir. Dan perkembangannya itu sendiri tidak lepas dari pengaruh atau perubahan-perubahan yang terjadi sejalan dengan perkembangan budaya berbagai bangsa. Oleh karena itu semakin sulit menentukan batas-batas sosial-budaya, ruang atau tempat dan waktu. 

Berdasarkan hal tersebut di atas, pembahasan mengenai sejarah perkembangan arsitektur di sini membatasinya dalam lingkup budaya, termasuk pola hidup, pola pikr masyarakat pada periode tertentu. Uraian dimulai dari awal perubahan besar masyarakat dari tradisional, pertanian, klasik konservatif dalam kehidupan modern industrial.
Disebut Modern-Barat karena pola pikir dan hidup lahir, tumbuh, dan berkembang di mulai dari Barat atau Eropa sejak abad XVI. Kehidupan pertanian klasik, tradisonal dengan proses langsung dan sederhana mulai ditinggalkan dengan ditemukannya alat-alat produksi, perhubungan dan komunikasi yang lebih maju

Akhir arsitektur klasik disusul dengan timbulnya gaya Eklektikisme, yang berarti mengambil unsur-unsur terbaik, digabung, dan disusun ke dalam satu bentuk tersendiri. Setelah masa itu, dunia arsitektur berkembang lebih cepat dimulai dari modernisme awal, fungsionalisme, internasionalisme, kubisme hingga post-modern

RENTANG MASA Perkembangan Arsitektur Barat
ABAD: sM I V X XV XVI XVII XVIII XIX XX
Jaman AntikPertengahanRenaisance – Modern – Pertengahan Akhir
YUNANI (3000SM-30sM)
ROMAWI ETRUSCAN (750SM-100sM)
ROMAWI (300sM-365)
KRISTEN MULA (318-800)
BYZANTIUM (330-1453)
ROMANIKA (abad XIV-XVI)
GOTIK (abad XII-XVI)
PERTENGAHAN AKHIR (abad XII-XVI)
RENAISANS (
abad XIV-XIX)
NEO-KLASIK / Post Renaisans (abad XVIII-XIX)
AMERIKA/KOLONIAL (abad XVIII-XIX)
NEO-KLASIK / EKLEKTIK (abad XVIII-XIX)
MODERN MULA (akhir abad XIX-1910-an)
FUNGSIONALISME
KUBISME
MODERN PERTENGAHAN (1920-1950-an)
INTERNATIONAL-STYLE
MODERN AKHIR: (1960-an) BRUTALISME
POST MODERN/ KONTEMPORER (1970- kini)





Sabtu, 07 Januari 2012

mekanika teknik

CONTOH HITUNGAN MEKANIKA TEKNIK


Dibawah ini saya sajikan contoh perhitungan suatu konstruksi dengan beban merata berbentuk segitiga dan beban terpusat dari berbagai arah:
Diketahui suatu gambar struktur denagan tumpuan sendi dan rol sebagai berikut:

MENGHITUNG REAKSI TUMPUAN
ΣMB = 0
-( ½ x 2 x 2 ) x 6.6667 + RAv x 6 – ( 1×6) x 3 + (4×2) – ( 4×1)          =0
-13.3334 + 6 RAV – 18 + 8 – 4                                                           =0
6 RAv  - 27.3334                                                                     =0
RAv = 27.3334 / 6
Kontrol ΣV = 0RAv + RBv = 1/2×2×2 + 1×6 +4 4.5556 + 7.4444 =     12 ton
( O.K )
= 4.5556 ton
ΣMA = 0
-4 x 1 + (4×8) – RBv x 6 + (1×6)x3 +  4×2 – (4 x1)                =0
-4 + 32 – 6RBv – 18 – 1.3334                                                 =0
- 6 RBv + 44.6666                                                                   =0
RBv = -44.6666 / -6
= 7.4444 ton

MENGHITUNG BIDANG M ( MOMEN )
M 2m   = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 0.6667
= – 1.3334 ton
M 5m   = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 3.6667 + RAv x 3 – ( 1 x 6 )  x 1.5
= -7.3334 + 13.6668 – 9
= -2.6666 ton
M 8m   = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 6.6667 + RAv x 6 – ( 1 x 6 )  x 3
= -13.3334 + 27.3336 – 18
= -3.9998 ton
M 10m = – ( 1/2 x 2 x 2 ) x 8.6667 + RAv x 8 – ( 1 x 6 )  x 5 + 4
= -17.3334 + 36.4448 – 30 + 14.8888 + 4
= 0 ton
MENGHITUNG BIDANG Q ( GAYA LINTANG )
Q 2m   = -( 1/2 x 2 x 2 ) +RAv
= – 2 + 4.5556
= 2.5556 ton
Q 8m   = -( 1/2 x 2 x 2 ) +RAv – (1 x 6)
= – 2 + 4.5556 – 6
= -3.4444 ton
Q 10m = -( 1/2 x 2 x 2 ) +RAv – (1 x 6) + RBv – 4
= – 2 + 4.5556 – 6 + 7.4444 – 4
=  0 ton
MENGHITUNG BIDANG N ( GAYA NORMAL )
RBh – ( 4 x 1 )             = 0
RBh                 = 4 ton
tolong di koreksi kalu ada yang salah bisa masukin dibawah

Mekanika teknik pada konstruksi gerber


Dalam perhitungan mekanika teknik konstruksi gerber, sebelumnya struktur kita pecah dahulu menjadi bagian yang kecil – kecil sehingga dapat di hitung momen yang bekerja di dalamnya.
Contohnya seperti sebuah gambar struktur sebagai berikut:

MENGHITUNG REAKSI TUMPUAN

kontruksi A – S1 KiriΣMS1 = 0 -RAvx8 – 22.4×5 – (4×8)x4     = 0
-8 Rav -112 – 128                    = 0
Rav = 240 / 80
= 30 ton
ΣMA = 0S1×8 + (4×8)x4 + 22.4X3        = 0 8S1 -128 – 67.2                       = 0
RS1v = -192 / -8
= 24.4 ton
Kontrol ΣV = 0
22.4 + ( 4 x 8 ) = 30 + 24.4
54.4 ton        =  54.4 ton       ( O.K )
Konstruksi S2 kanan – DΣMD = 0 -S2×8 – (2 x4)x6  – 6×4         = 0
-8 S2 -48 – 24                         = 0
RS2v = 72 / 8
= 9 ton
ΣMS2 = 0-RDvx8 + 6×4 + (2×4)x2          = 0 -8RDv +24 + 16                       = 0
RDv = -40 / -8
= 5 ton
Kontrol ΣV = 0
( 2 x 4 ) + 6  = 9 + 5
14 ton        =  14 ton       ( O.K )
Konstruksi S1 kanan – S2 kiriΣMC = 0 -S1×12+RBvx12–(5×10)x5+S2×2 = 0
-24.4×12+10RBv-250+ 9×2          = 0
RBv = 524.8 / 10
= 52.48 ton
ΣMB = 0S2X12-RCvx10-(5×10)x5-S1×2 = 0 9×12-10RCv+250-24.4×2                      = 0
RCv = -309.2 / -10
= 30.92 ton
Kontrol ΣV = 0
24.4 + 50 + 9  = 52.48 + 30.92
83.4 ton        =  83.4 ton       ( O.K )
MENGHITUNG BIDANG M ( MOMEN )

momen titik sehauh 3 m dari titik AM 3m   = RAv x 3 –( 4×3) x 1.5 = 30×3-12×1.5
= 42 t.m
Momen sejauh 8 m dari titik A
M 8m   = RAv x 8 –( 4×8) x 4-22.4×5
= 30×8-128-112
= 0 t.m
Momen sejauh 10 m dari titik A
.M 10m             = – S1 x 2
= -24.4 x 2
= – 48.8 t.m
Momen sejauh 15 m dari titik A
M 15m             = – S1 x7+ RBvx5 – ( 5×5 ) x2.5
= 24.4 x 7 + 52.48 x 5 – 25 x 2.5
= 29.1 t.m
Momen sejauh 20 m dari titik AM 20m             = – S1 x 12 +RBv x 10 –( 5×10) x 5 = -24.4 x12+52.48 x 10 – 50×5
= -18 t.m
Momen sejauh 22 m dari titik A
M 22m             = – S1 x 14 +RBv x12 –(5×10)x7 + RCv x 2
= -24.4×14 + 52.48 x12-50×7 + 30.92×2
= 0 t.m
Momen sejauh 26 m dari titik A
M 26m             = – S2 x 4 – (2×4) x 2
= 9 x 4 – 8 x 2
= 20 t.m
Momen sejauh 30 m dari titik A
M 30m             = – S2 x8 – ( 2×4 ) x6 – 6×4
= 9 x 8 + 8 x 6 – 6 x 4
= 0 t.m
MENGHITUNG BIDANG Q ( GAYA LINTANG )


gaya lintang ditik AQ 0m   = RAv = 30 ton
Gaya lintang sejauh 3 m dari titik A
Q 3m   = RAv – ( 4×8 ) – 22.4
= 30-32-22.4
= -4.4 ton
Gaya lintang sejauh 8 m dari titik A
Q 8m   = RAv – ( 4×8 ) – 22.4 + S1
= 30-32-22.4+24.4
= 0 ton
Gaya lintang sejauh 10 m dari titik A
Q 10m             = – S1 + RBv
= -24.4+52.48
= 28.08 ton
Gaya lintang sejauh 15 m dari titik A
Q 15m             = – S1+ RBv – ( 5×5 )
= -24.4 + 52.48 – 25
=  3.08 ton
Gaya lintang sejauh 20 m dari titik AQ 20m             = – S1+ RBv – ( 5×10 ) + RCv = -24.4+52.48-50+30.92
=  9 ton
Gaya lintang sejauh 22 m dari titik A
Q 22m             = – S1+ RBv – ( 5×10 ) + RCv – S2
= -24.4+52.48-50+30.92 – 9
=  0 ton
Gaya lintang sejauh 26 m dari titik A
Q 26m             = S2 – (2×4) -6
= 9 – 8 – 6
= -5 ton
Gaya lintang sejauh 30 m dari titik A
Q 30m             = S2 – (2×4) -6 + RDv
= 9 – 8 – 6 + 5
= 0 ton



MENGHITUNG BIDANG N ( GAYA NORMAL )

Gaya normal ditik B
RBH + 16.8 – 8             = 0
RBH +8.8 ton              = 0
RBH    = – 8.8 ton


Perhitungan Mekanika Teknik Antara Program Struktur SAP 2000 Dengan Perhitungan Manual

Sudah lama saya menggunakan program analisis struktur SAP 2000 tetapi masih tetap menjadi penasaran bagi saya. Mengapa? Karena yang namanya program komputer merupakan program terapan atau terpakai. Jadi kita tinggal memakainya saja tanpa pusing-pusing lagi melewati proses perhitungan yang membutuhkan waktu lama. Penasarannya apakah hasilnya itu juga sesuai dengan hasil jika proses dihitung secara manual? Nah ini mungkin bisa menjadi jawabannya... Misalnya.....


Diketahui: Suatu konstruksi seperti tergambar di atas.
Ditanya: Gambarkan SFD dan BMD.
Penyelesaian:
EMA = 0
-10 . RBV + 5 . 5 + 1 . 10 . 5 = 0
10 RBV = 75
RBV = 7,5 t
EMB = 0
10 . RAV – 5 . 5 – 1 . 10 . 5 = 0
10 RAV = 75
RAV = 7,5 t
Cheking :
EV = 0
RAV + RBV – 5 – 1 . 10 = 0
7,5 + 7,5 – 15 = 0 (OK)
Momen :
MI = RAV . 5 – 1 . 5 . 1/2 . 5
= 7,5 . 5 – 1/2 . 1 . 25 = 37,5 – 12,5 = 25 tm
Penggambaran SFD dan BMD 

Kemudian dianalisis dengan Program SAP200, hasilnya sebagai berikut:
Penggambaran situasi beban-beban yang ada 

Penggambaran hasil SFD dan BMD
SFD


BMD


Nah...ternyata perhitungan manual dengan analisis struktur dengan program SAP2000 hasilnya sama.
Perlu diingat bahwa beban mati yang ada pada material dianggap tidak ada atau dikalikan dengan 0, seperti kolom isian yang ada di bawah ini:


Jadi nggak usah ragu lagi menggunakan program SAP2000 memang OK!

Rabu, 28 Desember 2011

macam - macam arsitektur

Arsitektur

kayu telah menjadi bagian penting dalam sebuah bangunan sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Kayu sangat mudah didapat, mudah diolah dan memiliki sifat artistik yang indah. Dimasa sekarang ini persediaan kayu dunia semakin sedikit akibat penebangan hutan yang tidak terkendali demi mendapatkan kayu dengan mudah untuk berbagai keperluan termasuk bangunan. Kita perlu melestarikan hutan demi menjaga kelangsungan dunia yang seimbang. Tetapi banyak golongan yang tidak bertanggung jawab tidak memperdulikan hal ini dan terus menebangi hutan secara tidak terkendali.


Saya mengajak kita semua untuk lebih menghargai kayu. Kayu sebagai elemen yang indah bisa kita tempatkan sebagai elemen perhiasan di rumah kita. Dengan menggunakan sedikit kayu di dalam bangunan yang kita buat sehingga kita mengurangi kebutuhan kayu dan secara tidak langsung akan mengurangi penebangan hutan akibat menurunnya permintaan.Misalnya untuk elemen tangga, kita bisa menggunakan baluster-baluster besi dan hanya pada handrailing saja kita gunakan kayu.


 Kita tidak bisa melepaskan kebutuhan akan kayu tapi setidaknya kita bisa menekan kebutuhan ini.  Kita perlu mendukung pengelolaan kayu yang berasal dari hutan yang dikelola dengan memperhatikan lingkungan. Kayu yang didapat dengan memperhatikan lingkungan diawasi dan bersertifikasi (FSC-certified). Kayu-kayu yang didapat dari hutan dimana dilakukan penanaman untuk pohon penghasil kayu, sehingga kalangsungan hutan tetap terjaga dan ramah terhadap lingkungan.
Banyak negara melakukan pengawasan terhadap hutan-hutan mereka, namun hutan yang demikian luas dan perilaku korupsi  membuat hal ini tidak mudah untuk dilakukan.


Maka mengurangi permintaan kayu adalah salah satu cara yang efektif untuk menekan penebangan hutan yang tidak terkendali ini dan merusak lingkungan. Kita sebagai penduduk dunia juga harus peduli terhadap hal ini. Bagaimana mungkin kita menuntut kelangsungan lingkungan hidup tetapi disatu sisi kita menjadi konsumen dari kayu-kayu hasil penebangan ilegal.

Arsitektur Mediteranian

Gaya arsitektur mediteranian diinspirasi dari bangunan yang ada di Italia dan Spanyol. Gaya arsitektur mediteranian memiliki ornament yang lebih sederhana, memberikan kesan yang mengutamakan kenyamanan. Pada akhir tahun 90
-an gaya arsitektur ini mulai banyak diterapkan pada disain rumah-rumah di Indonesia.
Ekseterior pada bangunan bergaya arsitektur mediteranian umunya dinamis. Tata letak masa bangunan yang menyebar pada rumah dengan lahan yang luas, meskipun ada juga rumah bergaya mediteranian dengan komposisi bentuk yang kompak, untuk rumah pada lahan yang lebih terbatas. Balkon-balkon yang menonjol keluar fasad/muka bangunan tanpa atap dan railing balkon, dan jendela memiliki ukuran lebih kecil dan sedikit, juga merupakan ciri khas arsitektur mediteranian.
Interior berdimensi lebih fungsional, bagian langit-langit umumnya langsung mengekspos struktur atap dan tidak terlalu tinggi. Untuk bangunan bertingkat langit-langit memperlihatkan langsung struktur lantai. Tapi di Indonesia umumnya masih menggunakan plafond, baik pada bangunan satu lantai maupun rumah bertingkat. Hal ini dkarenakan presepsi sebagian besar orang Indonesia yang menganggap sebuah rumah  belum lengkap jika tidak memiliki plafond.
Ruangan pada rumah bergaya arsitektur mediteranian juga memiliki ukuran luas yang lebih efisien, tidak berlebihan besarnya seperti bangunan klasik.  Namun tata letak ruangan masih tetap terpisah-pisah menggunakan pemisah masif seperti dinding.
Bahan bangunan pada gaya arsitektur mediternian umumnya menggunakan bahan bangunan yang natural, seperti kayu dengan finishing mate/dof, besi tempa/wrough iron, penutup lantai keramik berjenis rustic dengan nat yeng lebar (+/- 4-7 mm) batu alam berwarna muda (cream, beige) meskipun banyak juga yang menggunakan cat sebagai finishing eksterior terutama interior.
Ciri umurumah dengan gaya arsitektur mediteranean antara lain:
  • Sudut kemiringan atap yang landai
  • Mengggunanakan atap genteng tanah natura (merah)
  • Stucco siding
  • Bagian atas pintu, jendela, teras berbentuk busur
  • Pintu panel kayu yang kokoh dan solid
  • Railing besi tempa
  • Lantai rustik

Arsitektur Country

Rumah dengan gaya arsitektur country adalah gaya arsitektur yang merefleksikan rumah-rumah di pedasaan yang dekat dengan alam, dan memberikan peran pada alam dalam hal sirkulasi udara tata cahaya dan bahan bakunya. Rumah dengan gaya arsitektur country sangat tepat untuk mendapatkan
kenyamanan, lebih dekat dengan alam. Rumah dengan gaya arsitektur country semakin sempurna jika ditunjang dengan lansekap yang luas dan asri. Gaya arsitektur country ini juga disesuaikan dengan iklim lokasi rumah, yang kita bahas disini adalah rumah arsitektur country di daerah tropis khususnya Indonesia.
Eksterior rumah bergaya country disajikan dengan dimensi overstek yang lebar meneduhi jendela dan pintu masuk. Teras yang luas di bagian depan dan belakang yang seringkali dilengkapi dengan furniture untuk duduk santai. Massa bangunan umumnya melebar atau memanjang
Interior lebih luas dan transparan, langit-langit mengekspos struktur atap. Sistim sirkulasi udara sangat mengutamakan peran alam dengan membuat jendela yang agak besar dan banyak.
Ruang-ruang pada rumah bergaya arsitektur country umumnya saling berhubungan tanpa dibatasi dengan pemisah ruang yang mutlak. Railing, wall cabinet, perbedaan level lantai menjadi alternatif dalam menciptakan ruang-ruang.
Bahan bangunan yang natural/alami adalah bahan bangunan yang mendominasi rumah bergaya arsitektur country. Kayu dengan serat yang jelas dan kasar, batu alam, lime stone, batu kali yang dikerjakan dengan pengerjaan yang sederhana namun tetap rapi.

Arsitektur Modern

Arsitektur modern memiliki ornamen yang minim dan fungsional. Pada arsitektur modern fungsi lebih diutamakan dalam menentukan bentuk, ukuran dan bahan. Di Indonesia rumah-rumah dengan gaya arsitektur modern mulai banyak diterapkan pada awal tahun 70-an.
Di masa sekarang pun banyak rumah-rumah baru yang dibangun dengan gaya arsitektur modern dengan penyesuaian terhadap bahan bangunan dengan teknologi terkini, perkembangan budaya dan wawasan serta gaya hidup penghuninya.
Eksterior rumah dengan gaya arsitektur modern didominasi dengan jendela yang berukuran lebar dan atau tinggi, lis plang beton memanjang dan kanopi yang menjorok ke depan.
dengan kolom yang sederhana atau bahkan tanpa kolom. Bentuk masa rumah modern di dekorasi dengan ornamen garis vertikal, horizontal, dan diagonal yang sederhana pada dinding eksterior yang luas
Interior rumah modern ditata dengan ornamen yang sederhana, langit-langit bertingkat dan void di ruang-ruang publik yang memberikan kesan luas.
Ruang pada rumah dengan gaya arsitektur modern umumnya transparan, menerus, ruang-ruang saling terhubung dengan ruang-ruang perantara dibatasi oleh dekorasi interior yang tidak masiv.
Bahan bangunan berupa stainless steel finishing polished, aluminum anodized,glossy tile, kaca berwarna / tinted glass, marupakan bahan dengan jenis finishing mencirikan rumah modern dimasa-masa awal berkembangnya di Indonesia. Disaat sekarang ini banyak bahan bangunan dengan teknologi modern yang menjadi komponen penting seperti galvanized metal, granitile, grc, perforated metal dll.
 
Beberapa ciri arsitektur modern sebagai berikut:
  • Asimetris
  • Orientasi pola horizontal
  • Atap datar
  • Tidak ada cornice /profil  atap
  • Bentuk Kotak
  • Halus
  • Penampilan efisien
  • Sudut lengkung
  • Jendela Kaca
  • Aluminium dan stainless steel trim pada pintu dan jendela
  • Panel mengkilap
  • Baluster metal
  • Deretan jendela atau garis-garis
  • Sedikit atau tidak ada hiasan
  • Denah  terbuka

Arsitektur Klasik

 
Gaya arsitektur klasik, memberikan kesan aristokrat yang mewah 
pada bangunan. Pilar-pilar, ornament, dan profil-profil pada list plang dan bingkai jendela disajikan dalam seni Romawi atau Yunani kuno menjadi cirri khas arsitektur klasik. DI Indonesia gaya arsitektur klasik mulai banyak digunakan pada bangunan rumah tinggal pada awal tahun 80-an. Bahkan hingga saat ini pun asih banyak rumah-rumah baru yang menggunaka gaya arsitektur klasik.


Eksterior juga menjadi hal penting pada bangunan klasik. Umumnya bangunan klasik memiliki ukuran yang melebihi kebutuhan fungsinya. Tata letak jendela yang teratur/monoton pada tampak depan bangunan, dan komposisi bangunan yang simetris juga mrupaka ciri bangunan klasik.
Interior klasik umumnya memiliki ketingian plafond idealnya melebihi 3,5 meter, sehingga bisa mengekspresikan kemegahan. Profil-profil yang detail menghisai pertemuan antara plafond dengan dinding bangunan. Tangga pada bangunan klasik dibuat lebar dalam bentuk lengkung/curva pada sebagian atau seluruh bagian tangga.
Ruangan – ruangan pada rumah klasik juga umunya di buat terpisah-pisah dan dalam ukuran yang extra besar. Mulai dari pintu masuk di bagian depan, ruang penerima(foyer) ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, dapur, dll dipisahkan dengan dinding solid. Ada kalanya koridor digunakan sebagai penghubung antara ruang-ruang yang berjauhan. Karena memang idealnya rumah brgaya arsitektur klasik di bangun di atas lahan yang luas.
Bahan bagunan yang digunakan pada bangunan klasik umunya adalah bahan-bahan alam. Pengolahan erhadap bahan-bahan bagunan klasik juga perlu mengekspresikan seni di masanya seperti besi-besi cor, marmer, batu alam adalah bahan – bahan yang ideal untuk menyajikan bengunan dengan gaya arsitektur klasik. Sangat tidak serasi jika mebuat rumah dengan gaya arsitektur klasik pda bagian jendela kita mnggunakan bahan aluminum dengan finishing anodized. Karena pertimbangan kemudahan perawatandan biaya adakalanya kita terpaksa menggunakan bahan aluminum, hanya saja kita perlu mempertimbangkan finishing yang kita gunakan agar rumah klasik menjadi benar-benar konsisten terhadap konsepnya, maka kita gunakan finish pwder coating warna putih.
     
Beberapa ciri arsitektur klasik antara lain:
  • Bentuk Simetris 
  • Kolom/PilarTinggi yang menjulang.  
  • Segitiga pediment
  • Atap kubah

Arsitektur Gotik

 
Arsitektur Gotik merupakan kelanjutan dari jenis arsitektur romantic. Arsitektur ini menonjolkan kolom-kolomnya yang besar sehingga memebrikan kesan megah dan agung , jenis ini juga sangat memeprhatikan detail-detail arsitektur yang ada. Ciri khusus lainnya adalah pemberian patung-patung yang sangat banyak dan beragam, biasanya yang digunakan sebagai vocal point atau point of interest adalah bagian pintu masuknya, arsitektur ini juga menggunakan banyak kaca-kaca mozaik berbentuk bunga, ciri atapnya sangat tinggi melengkung agak lancip. Contoh bangunan jenis ini adalah Gereja-Gereja Gotik yang muncul pada abad 12 – abad 16-an.
 Arsitektur Barok
Arsitektur Barok adalah jenis arsitektur yang mancul pada tahun 1600-1700an. Bangunan dengan jenis ini biasanya memiliki ukuran yang sangat besar (megah) berskala monumental seperti Istana, Gereja, dll. Permainan cahaya yang ada pada jenis arsitektur ini memebrikan kesan dinamis. Arsitektur ini diperindah dengan corak-corak lukisan dinding dan ukiran-ukiran yang berukuran besar pada dinding-dindingnya. Contoh arsitek pada era ini adalah Francesco Borromini, Pietro da Cortona, Gian Lorenzo Bernini, Carlo Maderno, Baldassare Longhena, Nicholas Hawksmoor, dll.
Arsitektur Neo-Klasik
 
Jenis arsitek ini dikenal pada abad ke 18-19. Arsitektur Neo-klasik merupakan jenis yang mulai mengarah pada tahap modern. Berawal di Inggris. Pada zaman itu jenis arsitek ini dianggap merupakan perlawanan dari jenis arsitek romantic dan renaisans . Contoh arsiteknya adalah Karl Friedrich Von Schinkel, Sir John Soane.



Arsitektur lansekap


 
rsitektur Lansekap adalah ilmu yang mempelajari tentang seniperencanaanperancanganmanajemenperawatan, dan perbaikan tanahdan perancangan konstruksi buatan-manusia skala besar. Ruang lingkup dari profesi ini termasuk desain arsitektural, perencanaan lokasi, pengembangan estaterestorasi lingkunganperencanaan kota, perencanaan taman dan rekreasiperencanaan regionalperencanaan ruang, dan perawatan sejarah.
Arsitek lansekap dianggap merupakan sebuah profesi yang setara dengan dokter dan pengacara, karena mereka membutuhkan pengajaran khusus dan lisensi profesional, seperti yang dibutuhkan oleh pekerja profesional lainnya.

Arsitektur Islam

Arsitektur Islam berkembang sangat luas baik itu di bangunan sekular maupun di bangunan keagamaan yang keduanya terus berkembang sampai saat ini. Arsitektur juga telah turut membantu membentukperadaban Islam yang kaya. Bangunan-bangunan yang sangat berpengaruh dalam perkembangan arsitektur Islam adalah mesjid, kuburan, istana dan benteng yang kesemuanya memiliki pengaruh yang sangat luas ke bangunan lainnya, yang kurang signifikan, seperti misalnya bak pemandian umum, air mancur dan bangunan domestik lainnya.

Sejarah

Interior salah satu Mesjid di Edirne
Pada tahun 630 M, Nabi Muhammad beserta tentaranya berhasil menaklukkan Makkah dari suku Quraish. Pada masa ini bangunan suci Ka'bah mulai didedikasikan untuk kepentingan agama Islam, rekonstruksi Ka'bah dilaksanakan sebelum Muhammad menjadi Rasul. Bangunan suci Ka'bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dahulu sebelum Islam, dinding Ka'bah dihiasi oleh beragam gambar seperti gambar nabi IsaMaryamIbrahim,berhala, dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama berasal dari Al Qur'an, akhirnya melarang penggunaan simbol-simbol yang menggambarkan makhluk hidup terutama manusia dan binatang.
Pada abad ke-7, muslim terus berekspansi dan akhirnya mendapatkan wilayah yang sangat luas. Tiap kali muslim mendapatkan tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan adalah tempat untuk beribadah, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat awal ini sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi Muhammad,[rujukan?] atau kadang-kadang beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan yang telah ada sebelumnya, misalnya gereja

Pengaruh dan Gaya

Gaya arsitektur Islam yang mencolok baru berkembang setelah kebudayaan muslim memadukannya dengan gaya arsitektur dari RomaMesirPersia dan Byzantium. Contoh awal yang paling populer misalnya Dome of The Rock yang diselesaikan pada tahun 691 di Jerusalem. Gaya arsitek yang mencolok dari bangunan ini misalnya ruang tengah yang luas dan terbuka, bangunan yang melingkar, dan penggunaan pola kaligrafi yang berulang. Mesjid Raya Samarra di Irak, selesai pada tahun 847, bangunan berciri khas dengan adanyaminaret. Juga mesjid Hagia Sophia di IstanbulTurki turut memengaruhi corak arsitektur Islam. KetikaUstman merebut Istanbul dari kekaisaran Byzantium, mereka mengubah sebuah basilika menjadi mesjid (sekarang museum), yang akhirnya muslim pun mengambil sebagian dari kebudayaan Byzantium kedalam kekayaan peradaban islam, misalnya penggunaan kubah. Hagia Sophia juga menjadi model untuk pembangunan mesjid-mesjid Islam sselanjutnya selama kekaisaran Ustman, misalnya mesjid Sulaiman, danmesjid Rustem Pasha. Motif yang mencolok dalam arsitektur Islam hampir selalui mengenai pola yang terus berulang dan berirama, serta struktur yang melingkar. Dalam hal pola ini, geometri fraktal memegang peranan penting sebagai materi pola dalam, terutama, mesjid dan istana. Pemakaian kubah juga sama pentingnya dalam arsitektur islam, pertama kali muncul dalam Dome of The Rock pada tahun 691 dan muncul kembali sekitar abad ke-17.

Arsitektur vernakular


 
Vernakular, berasal dari vernacullus yang berarti lokal, pribumi. Arsitektur Vernakular sendiri ialah arsitektur yang terbentuk dari proses yang berangsur lama dan berulang-ulang sesuai dengan perilaku, kebiasaan, dan kebudayaan di tempat asalnya. Pembentukan arsitektur berangsur dengan sangat lama sehingga aku imut sikap bentuknya akan mengakar. Latar belakang indonesia yang amat luas dan memiliki banyak pulau menyebabkan perbedaan budaya yang cukup banyak dan arsitektur merupakan salah satu parameter kebudayaan yang ada di indonesia karena biasanya arsitektur terkait dengan sistem sosial, keluarga, sampai ritual keagamaan.